REFLEKSI TERBIMBING PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
JULI HARMET, S.Pd
SDN 12 API-API BAYANG
CGP ANGKATAN IV PESISIR SELATAN
1. Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah
Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma
pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar
dugaan?
Berdasarkan apa yang telah saya pelajari di modul 3.1 ini, saya mulai
merasakan dan mulai bisa membedakan antara dilema etika dan bujukan
moral. Dimana dilema etika merupakan situasi dimana terjadi pertentangan dua
kebenaran atau benar vs benar, sementara bujukan moral adalah
situasi dimana terjadi sebuah pertentangan benar lawan salah, sehingga saya
menyadari benang merah antara keduanya. Ketika mempelajari dilema etika saya
merasa, ada kalanya kita perlu melenceng dari aturan untuk kebaikan yang lebih besar,
sehingga paradigma pengambilan keputusan dalam mengambil keputusan yang
berhubungan dengan dilema etika sangatlah penting dilakukan. Begitu pula 9
langkah pengambilan dan pengujian keputusan adalah langkah yang sangat runut
dan terarah yang sangat berguna dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan
yang saya ambil.namun disini saya tidak mengungkiri ibarat buah itu baru
sekedar kulitnya, belum sampai daging buah itu sendiri. Baru sekedar tahu
konsep-konsep dari pengambilan keputusan, belum terlalu begitu paham
isinya,disini saya butuh bimbingan dan arahan untuk saya agar saya benar-benar
bisa mengaplikasikannya.
Empat paradigma pengambilan keputusan yaitu
· Individu lawan
masyarakat (individual vs community)
· Rasa keadilan
lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
· Kebenaran lawan
kesetiaan (truth vs loyalty)
· Jangka pendek
lawan jangka panjang (short term vs long term)
Pentingnya mengidentifikasi paradigma ini, bukan hanya mengelompokkan
permasalahan, namun membawa penajaman bahwa situasi yang saya hadapi betul-
betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama
penting.
Saya juga sudah memahami tentang tiga prinsip
pengambilan keputusan yang terdiri atas 3 prinsip yaitu
- Berpikir
Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
- Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
- Berpikir
Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Konsep lain yang sangat penting adalah 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan. Saya merasa langkah ini sangat penting untuk memantapkan keputusan
yang saya ambil, jika saya sudah melakukan 9 uji ini maka saya bisa memastikan
keputusan saya efektif. Menurut saya, 9 langkah ini sangat detail dan
terstruktur dan juga memudahkan dalam mengambil keputusan karena runut dan
terpola dengan baik
9 langkah tersebut adalah
Langkah 1: Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam
situasi ini.
Langkah 2: Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
Langkah 3: Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini
Langkah 4: Pengujian benar atau salah, yang terdiri atas:
- Uji
Legal
menyangkut aspek pelanggaran hukum. Bila jawabannya adalah iya, maka pilihan yang ada bukanlah antara benar lawan benar, namun antara benar lawan salah. Pilihannya menjadi membuat keputusan yang mematuhi hukum atau tidak, bukannya keputusan yang berhubungan dengan moral. - Uji
Regulasi/Standar Profesional
Berhubungan dengan pelanggaran peraturan atau kode etik. - Uji
Intuisi
Langkah ini mengandalkan tingkatan perasaan dan intuisi Anda dalam merasakan apakah ada yang salah dengan situasi ini. Uji intuisi ini akan mempertanyakan apakah tindakan ini sejalan atau berlawanan dengan nilai-nilai yang Anda yakini. - Uji
Halaman Depan Koran
Apa yang Anda akan rasakan bila keputusan ini dipublikasikan pada halaman depan dari koran dan sesuatu yang Anda anggap merupakan ranah pribadi Anda tiba-tiba menjadi konsumsi masyarakat? Bila Anda merasa tidak nyaman membayangkan hal itu akan terjadi, kemungkinan besar Anda sedang menghadapi bujukan moral atau benar lawan salah. - Uji
Panutan/Idola
Dalam langkah ini, Anda akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh seseorang yang merupakan panutan Anda, misalnya ibu Anda. Tentunya di sini fokusnya bukanlah pada ibu Anda, namun keputusan apa yang kira-kira akan beliau ambil, karena beliau adalah orang yang menyayangi Anda dan orang yang sangat berarti bagi Anda.
Langkah 5: Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
Mengidentifikasi paradigm sanagt penting karena, ini bukan hanya an
permasalahan namun membawa penajaman pada fokus kenyataan bahwa situasi ini
betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang
sama-sama penting.
Langkah 6: Melakukan Prinsip Resolusi , yang terdiri dari 3 prinsip
berpikir yaitu:
· Berpikir Berbasis
Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
· Berpikir Berbasis
Peraturan (Rule-Based Thinking)
· Berpikir Berbasis
Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Langkah 7: Investigasi Opsi Trilema
Mencari opsi yang ada di antara 2 opsi. Apakah ada cara untuk berkompromi
dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif
dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah
kebingungan menyelesaikan masalah.
Langkah 8: Buat Keputusan
Langkah 9, Tinjau lagi keputusan dan refleksikan
3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema? Kalau
pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Sebelum mempelajari modul ini, saya pernah mengalami masalah yng
berhubungan dengan dilemma etika. Keputusan yang saya mbil pada saat itu sering
berdasarkan intuisi saya atau berdasarkan nilai-nilai yang saya pegang dan juga
berdasarkan kepedulian kepada orang lain. Sehingga ketika saya mempelajari
modul 3.1, saya merasa care based thinking adalah sebagai sebuah prinsip yang
diapakai secara umum dalam mengambil keputusan terutama yang berhubungan dengan
masalah dilema etika.
Sedangkan untuk kasus bujukan moral atau moral dilema, saya pernah berada
dalam situasi tersebut, namun ketika itu terjadi saya berusaha mengambil
keputusan dengan memikirkan dan menganalisis salah dan benar dari situasi yang
saya hadapi dan saya mengambil keputusan dengan meminta saran dari teman
sejawat ataupun keluarga yang saya anggap lebih berpengalaman atau sebagai
panutan saya. Walaupun langkah pengambilan keputusan saya tidak sama persis
seperti konsep yang saya pelajari di modul namun ada usur kesamaan yaitu
menganalisis unsur kebenaran lawan kesalahan dan juga uji panutan atau idola.
4. Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini
Dampak dari mempelajari modul ini adalah saya mulai paham apa yang harus
saya lakukan sebelum mengambil sebuah keputusan dan pertimbangan-pertimbangan
apa saja yang perlu dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Bedanya dengan sebelum mempelajari modul ini adalah dulu keputusan saya
buat kadang hanya berdasarkan feeling saya saja, hanya berdasarkan sudut
pandang saya saja, emosi kadang malah lebih dominan dalam pengambilan keputusan
saya.
Setelah mempelajarinya saya mulai paham apa yang saya lakukan dulu kurang tepat, keputusan perlu diambil dalam kesadaran penuh bukan atas dasar emosi. Dalam pengambilan keputusan juga perlu mempertimbangkan berbagai hal yang akan membantu pemecahan masalah. Keputusan yang dibuat diharapkan mampu diterima menguntungkan kedua belah pihak nantinya.
5. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang
individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?
Menurut saya pengetahuan tentang pengambilan keputusan ini sangat
penting bagi saya sehingga saya bisa mengambil keputusan yang tepat dan
efektif, serta tidak gegabah dalam mengambil keputusan baik sebagai individu
maupun sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah. Sebelum saya mendapat
pengetahuan tentang pengambilan keputusan ini saya merasa bahwa banyak hal atau
keputusan yang saya buat selama ini tidak berdasar alur pemikiran yang jelas
dan terstruktur, sehingga setelah mendapat materi di modul 3.1 mengenal
bagaimana prinsip pengambilan keputusan yang tepat, pola pengambilan keputusan
serta membedakan antara dilema etika dan bujukan moral serta penggunaan 9
langkah pengambilan keputusan, membuat saya semakin mantap dan percaya diri
untuk bisa mengambil keputusan yang tepat. Walaupun saya harus lebih banyak
lagi berlatih lagi dan belajar untuk melatih kemampuan pengambilan keputusan
ini dan menerapkan ilmu yang sudah saya peroleh tapi saya sangat bersyukur bisa
mendapatkan pengetahuan bagaimana orang-orang hebat mengambil keputusan yang
tepat.
6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan
Anda setelah Anda mempelajari modul ini?
Yang bisa saya lakukan untuk membuat perbedaan setelah mempelajari modul
ini adalah mencoba menerapkan konsep-konsep pengambilan keputusan tersebut
dalam keseharian. Menganalisa keputusan yang akan diambil dengan mencoba
menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Berbagi dengan rekan
sejawat tentang konsep-konsep pengambilan keputusan sehingga dapat membantu
rekan-rekan ketika mengalami situasi yang dilematis.selain itu saya juga
akan berbagi Ilmu atau pengalaman tentang pengambilan keputusan ini
bersama rekan-rekan guru disekolah maupun melalui kegiatan komunitas praktisi
di sekolah dan komunitas lainnya. Mengajak teman sejawat berkolaborasi
dalam mengambil keputusan atas kasus yang terjadi di sekolah dengan
memanfaatkan pengetahuan cara pengambilan keputusan yang sudah saya pelajari.
7. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda
penting untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran
Hal lain yang perlu dipelajari dalam proses pengambllan keputusan adalah bagaimana tehnik yang kita harus lakukan dalam melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan sehingga tidak terkesan berkonsultasi yang berlebihan terhadap suatu masalah atau over consultation. Dan juga bagaimana tehnik yang di lakukan dalam pengambilan keputusan secara berkelompok atau melibatkan kelompok dalam pengambilan keputusan, sehingga memaksimalkan potensi kelompok dan mengambil keputusan yang tepat.
mungkin demikian hasil refleksi modul 3.1 menurut pemahaman saya yang bisa saya tuliskan pada kesempatan ini.semoga bisa jadi masukan buat saya sendiri dan dapat disempurnakan oleh fasilitator nantinya.
SALAM GURU PENGGERAK....GURU BERGERAK PENDIDIKAN TACELAK
Komentar
Posting Komentar